Ada yang berbeda ketika kamu tidak lagi mencintaiku. Aku terlalu takut untuk menyapa pagiku, malamku selalu sibuk dengan berdalih untuk tidak memikirkanmu. Seakan menjadi cekam , kala tanpa aku sadari kamu hadir disetiap aku memejamkan mata.
Aku berulang kali mengubah posisi tidurku agar menjegah air mata jatuh membasahi bantal. Jika kamu tahu betapa kelamnya malamku yang harus ku lalui setelah kau melepasku, tanyakan saja pada bantal tidurku.
Ada yang berbeda ketika kamu tak lagi mencintaiku, hariku tak lagi senyum sendiri, dari ku terbangun hingga membuka ponsel tidak ada namamu lagi muncul di situ. Semenjak kamu pergi, aku menjadi pecandu tidur yang tidak suka lelap. Berharap dalam panjangnya aku menutup mata, kamu sesekali mengucapkan kata yang aku impikan yang membuat senyumku mekar setiap hari saat menatap layar ponsel.
Aku bosan dengan pertanyaan mereka yang terus menanyakan tentangmu. Seakan aku tak boleh sedetikpun melupakan tentang dirimu. Aku menjadi benci ketika bepergian sendiri, aku menjadi benci ketika singgah ditempat yang pernah ku datangi denganmu, aku benci menjawab pertanyaan perihal dimana kamu.
Tidak pernah aku ditelan ketakutan yang kubuat sendiri seperti ini. Untuk membuka semua sosial media yang seharusnya mampu menghiburku aaja aku terlalu takut. Aku takut ketika aku merasakan sendiri, dan seketika itu pula ingatanku langsung kembali kepadamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar