My diary's
Rabu, 16 Oktober 2019
Perpisahan Kita
Jumat, 11 Januari 2019
TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
Jumat, 04 Januari 2019
SOAL SEGMENTASI PASAR GLOBAL MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
SOAL SEGMENTASI PASAR GLOBAL
POSTINGAN POPULER
Jumat, 23 November 2018
GLOBALISASI
GLOBALISASI
Nama : Deni Elisa H (11215685)
Fitri Angraeni (12215732)
Novita Afrilia (16213556)
Ratna Ningrum (15215680)
Regina Amelia P (1B216121)
Renny Tunggal O (1B216891)
Kelas : 4EA33
Kata Pengantar
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Penyusun dapat menyusun makalah. Makalah ini membahas “Pengaruh Globalisasi Studi Kasus Miniso”. Dalam penyusunan makalah ini, Penyusun banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat Penyusun harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi dunia ekonomi dan bisnis memiliki intesitas persaingan yang tinggi. Perkembangan teknologi dan sistem komunikasi semakin canggih sehingga masyarakat dapat dengan mudah untuk saling berkomunikasi dengan yang lainnya. Hal ini menyebabkan pasar barang dan jasa lebih berinovatif. Persaingan pun semakin ketat, tidak hanya bersaing dengan perusahaan negara sendiri namun saat ini bersaing dengan perusahaan negara lain.
Pada saat ini banyak produsen yang mengambil bisnis retail yang produknya dapat langsung kepada konsumen terakhir, karena keinginan produsen yang ingin memperluas pasarnya. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian barang dan jasa. Cara pandang konsumen terhadap bisnis ritel yang semula dipandang sebagai penyedia barang atau jasa saja, namun sekarang menjadi bisnis yang inovatif, dinamis, dan kompetitif. Salah satu perusahaan retail yang saat ini sudah meluaskan pasarnya adalah Miniso.
Miniso merupakan perusahaan retail yang mempunyai posisi dalam saluran pemasaran sebagai toko pakaian dan aksesories yang memasarkan sendiri produk-produknya kepada konsumen akhir. Semakin meningkatnya persaingan dalam dunia retail membuat Miniso khususnya dalam era globalisasi ini mampu membentuk budaya tersendiri dalam masyarakat dan memiliki peran serta posisi dalam kehidupan sebagian masyarakat. Sebagai perusahaan ritel, Miniso mampu mempromosikan produknya dan membentuk perubahan aspek sosial budaya dalam menciptakan jenis gaya hidup yang baru didalam kehidupan masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana globalisasi dapat mempengaruhi gaya hidup dan mode dalam masyarakat pada perusahaan Miniso?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Agar mahasiswa mampu memahami pengertian Globalisasi
2. Agar mahasiswa mampu memahami dampak dari pengaruh globalisasi
3. Memaparkan contoh studi kasus terhadap pengaruh globalisasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Miniso dan Perkembangannya di Dunia
Miniso adalah sebuah brand desainer yang berbasis di Jepang, didirikan bersama oleh desainer jepang bernama Miyake Junya dan Pengusaha muda asal China bernama Mr. Ye Guofu di Tokyo, Jepang , dengan beberapa mantan pegawainya sebagai Chief Designer. Miniso merupakan promotor dari global “produk konsumen cerdas”. Miniso mendorong filosofi tentang hidup berkualitas dan di dalam terdapat jiwa untuk “menghormati konsumen” mendedikasikan diri mereka untuk menyediakan konsumen dengan produk berkualitas tinggi, harga dan kreatifitas yang kompetitif, dengan sederhan dan fitur kualitas yang serta memimpin trend pada konsumsi cerdas. Kebanyakan produk Miniso memiliki harga antara USD 1.5 hingga USD 30, yang mana dijadikan favorit dari konsumen berumur 18 hingga 35 tahun.
Didirikan di Jepang pada 2013, MINISO aktif dalam mengeksplor pasar internasional dan telah membuka 2600 toko dalam kurun waktu 4 tahun, dengan Business Turnover Standing sebesar USD 750 Juta pada 015 dan hampir menyentuh USD 1.5 Miliar di 2016. Pada 2017 , volume penjualan MINISO telah mencapai USD 1.8 Miliar. Sekarang, MINISO telah memiliki kerjasama strategis dengan lebih dari 70 negara dan wilayah termasuk United States, Kanada, Russia, Singapura, Uni Emirat Arab, Korea, Malaysia, Hong Kong dan Macau, dengan rata-rata bulanan pertumbuhannya 80-100 toko.
2.2 Respon Masyarakat Dunia akan Eksistensi dan Ekspansi Miniso
Sama halnya seperti globalisasi, nyatanya Miniso merupakan fenomena yang erat kaitannya dan dimotori oleh globalisasi juga mengundang beragam respon dalam masyarakat. Ekspansi global merupakan hal yang dicari oleh setiap perusahaan yang sukses, dan hal ini terjadi pada Miniso. Pembentukan Miniso adalah penciptaan gaya hidup baru. Tidak sengaja menekankan kepada apa yang disebut fashion atau kepribadian, tetapi menawarkan produk yang bagus dan unik kepada konsumen. Pada saat bersamaan, Miniso tidak akan mempertimbangkan bahwa brand-brand terkenal harus meningkatkan valuenya. Sebaliknya, itu tercipta pada sudut pandang konsumen ketika mengembangkan produk, yang mana - kembali ke esensi, dan kembali ke alam, membuat produknya lebih modis, lebih dapat diandalkan dengan harga lebih rendah. Miniso memberikan warna hidup kita dengan berbagai macam produk dengan harga terjangkau, sehingga menjadi gaya hidup baru dan modis.
Miniso memperluas ekspansi mereka hingga ke Indonesia dan mulai masuk pada bulan Desember tahun 2016. Indonesia merupakan Negara yang memiliki penduduk cukup besar di dunia, sehingga memiliki potensi pasar yang sangat besar terutama pada industri yang dijalankan. Terdapat beberapa produk yang dipasarkan oleh Miniso di Indonesia, yaitu:
- Health and Beauty
- Digital
- Kitchen
- Bags and Accessories
- Toilet
- Daily Life Products
- Food and Beverages
2.3 Analisis Pengaruh Globalisasi terhadap Pembentukan Gaya Hidup : Studi Kasus Miniso
Dari pembahasan yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa fenomena muncul dan berkembangnya Miniso sebagai perusahaan retail merupakan fenomena yang luar biasa. Dalam hal ini, dapat terlihat bahwa usaha ekspansi yang dilakukan Miniso memunculkan banyak respon dari masyarakat di berbagai penjuru dunia. Berkembangnya Miniso diseluruh dunia ini dimotori oleh sebuah fenomena yang dikenal sebagai globalisasi. Globalisasi dalam hal ini membantu memotori Miniso untuk dapat melakukan ekspansi dan mengglobal. Globalisasi memfasilitasi terjadinya dan penyebaran nilai-nilai serta produk pada Miniso berpengaruh pada kehidupan sebagian manusia di dunia.
Fenomena ekspansi yang dilakukan oleh Miniso merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Apa yang dibawa dan ditawarkan oleh Miniso menyebarkan ide yang kuat dan lebih dari sekedar produk. Bahkan, Miniso dapat dikatakan sebagai sebuah usaha “lifestyle Branding” karena Miniso menciptakan jenis produk baru dari pengalaman yang cerdas, yang mana bisa terlihat dalam logo Miniso berupa gambar tas belanja yang menunjukan sederhana tapi modis. Miniso berusaha untuk melayani konsumen dengan lebih pintar, lebih sederhana, dan produk yang ditawarkan lebih nyaman, sehingga membuat konsumen merasakan pengalaman yang cerdas, sehat dan gaya hidup yang bahagia saat berbelanja. Dengan memastikan kualitas tinggi dan teknologi yang canggih, Miniso juga memberikan prioritas yang sangat tinggi pada pengalaman berbelanja konsumen dan menciptakan budaya kualitas jasa, sehingga dapat menyampaikan fitur-fitur seperti kecerdasan, kesehatan, leisure, kualitas, dan kreatifitas melalui pengalaman berbelanja. Selain itu, Miniso juga meraih popularitas dari konsumen melalui Core Brand Edges yaitu selalu memperbaharui produk setiap tujuh hari, harga rendah, dan mentargetkan pada Rantai Produk Konsumen Cerdas.
Di zaman serba digital ini, Miniso juga ikut berpartisipasi melalui E-commerce ternama seperti Lazada, JD. ID, BliBli.com, Shoppee dan Tokopedia. Miniso membuka toko resmi di e-commerce karena saat ini tren berbelanja online sangat semarak dan tren ini juga menjangkiti konsumen pecinta Miniso. Ditambah lagi dengan akses internet yang semakin cepat serta penggunaan smartphone yang semakin meningkat, yang memudahkan konsumen untuk berbelanja secara online.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di era globalisasi ini, perusahaan retail sudah tidak lagi di pandang sebelah mata. Sebagai contoh perusahaan Jepang yaitu Miniso, globalisasi memfasilitasi terjadinya penyebaran nilai-nilai serta produk pada Miniso yang berpengaruh pada kehidupan sebagian manusia di dunia.
Miniso merupakan salah satu fast fashion retail yang tengah berkembang di Indonesia. Memenuhi kebutuhan konsumen dengan gaya yang sederhana, menarik dan berbeda membuat Miniso menjadi fashion retail yang sangat berpengaruh. Dengan mengambil tema "lifestyle branding", Miniso mampu memberi gebrakan terhadap lifestyle konsumen di Indonesia. Miniso hadir di Indonesia pada tahun 2016 hingga sekarang, bahkan selain membuka berbagai gerai di kota besar di Indonesia, Miniso masuk ke dalam e-commerce guna menjangkau daerah daerah yang belum memiliki gerai Miniso.
KOMENTAR
POSTINGAN POPULER
MANAJEMEN SDM GLOBAL
MANEJEMEN SDM GLOBAL
Nama : Deni Elisa H (11215685)
Fitri Angraeni (12215732)
Novita Afrilia V (16213556)
Ratna Ningrum (15215680)
Regina Amelia P (1B216121)
Renny Tunggal O (1B216891)
Kelas : 4EA33
Kata pengantar
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Penyusun dapat menyusun makalah. Makalah ini membahas “Pengaruh Globalisasi Studi Kasus Miniso”. Dalam penyusunan makalah ini, Penyusun banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat Penyusun harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen SDM adalah pencapaian tujuan organisasi yang sudah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan bantuan orang lain. Globalisasi manajemen adalah fakta kehidupan. Globalisasi mengacu pada sikap baru, terbuka mengenai mempraktekan manajemen secara internasional. Sikap ini menggabungkan keingintahuan mengenai dunia di luar batas nasional dengan kemauan untuk mengembangkan kemampuan guna beradaptasi dalam ekonomi global. Setiap orang diakui menjadi warga penduduk dunia, konsekuensinya baik sebagai individu, pemimpin atau manajer dituntut untuk mempunyai wawasan tentang aktivitas-aktivitas yang terjadi di dunia internasional. Baik yang menyangkut kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya, perkembangan ilmu, teknologi dan informasi yang melewati batas-batas negara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen SDM Global?
2. Apa saja jenis-jenis Manajemen SDM Global?
3. Apa yang dimaksud Staffing Policy?
4. Apa saja jenis-jenis staffing policy?
5. Perusahaan apa saja yang termasuk Staffing Policy?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Menjabarkan pengertian dari manajemen SDM Global.
2. Menjelaskan tentang jenis-jenis Manajemen SDM Global.
3. Menjabarkan tentang Staffing Policy.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajamen SDM Global.
Manajemen Sumber Daya Manusia Global adalah penggunaan sumber daya global untuk mencapai tujuan organisasi tanpa memandang batasan geografis. Bidang Manajemen SDM Global dikarakteristikan oleh 3 pendekatan, yaitu :
1. Manajemen SDM Global menekankan manajemen lintas budaya (cross-cultural management) yaitu melihat perilaku manusia dalam organisasi dari perspektif internasional.
2. Dikembangkan dari hubungan industrial komparatif dan literature-literatur Manajemen SDM dan berusaha untuk menggambarkan, membandingkan dan menganalisis system SDM di beberapa Negara.
3. Berusaha untuk memberikan focus pada aspek Manajemen SDM di perusahaan-perusahaan multinasional.
Morgan mendefinisikan Manajemen SDM Global sebagai pengaruh yang mempengaruhi (interplay) diantara ketiga dimensi aktivitas-akivitas SDM, tipe-tipe karyawan, dan negara-negara operasi. Dalam terminology luas Manajemen SDM Global melibatkan aktifitas-aktifitas yang sama seperti MSDM domestic. Morgan menggambarkan MSDM Global damal 3 dimensi yang meliputi :
1. Aktivitas-aktivitas SDM yang luas meliputi pengadaan tenaga kerja, alokasi dan pemanfaatan (ketiga aktifitas luas ini dapat dengan mudah diperluas kedalam enam aktifitas SDM)
2. Kategori negara atau bangsa yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas MSDM Internasional :
a. Negara tuan rumah (host-country) dimana sebuah cabang dapat ditempatkan.
b. Negara asal (home-country) dimana perusahaan itu memiliki kantor pusat.
c. Negara-negara lain yang mungkin menjadi sumber tenaga kerja modal dan input-input lainnya.
3. Tiga kategori karyawan dalam perusahaan multinasional :
A. Karyawan Negara tuan rumah (host-country nationals/HCNs)
B. Karyawan Negara asal (parent-country nationals/PCNs)
C. Karyawan Negara ketiga (third-country nationals/TCNs)
Sumber daya manusia dalam bisnis :
1. Bisnis lokal namun secara sengaja atau tidak harus berhadapan dengan pengaruh global.
2. Bisnis internasional : perdagangan ( expor impor barang dan jasa ) dan investasi internasional ( investasi MNC, Lisensi, hak property, intelektual, dll ).
2.2 Jenis-Jenis Manajemen SDM Global.
1. Ekspatriat
Ekspatriat adalah seorang karyawan yang bekerja dalam sebuah operasi, yang bukan merupakan warga yang berasal dari Negara dimana operasi itu ditempatkan, tetapi karyawan tersebut merupakan seorang warga yang berasal dari Negara dimana kantor pusat organisasi setempat.
2. Warga dari Tuan Rumah
Seorang warga negara tuan rumah adalah seorang karyawan yang bekerja untuk sebuah perusahaan dalam operasi yang merupakan seorang warga dari negara dimana operasi itu ditempatkan, tetapi kantor pusat perusahaan tersebut berada di negara lain. Tujuannya karena organisasi tersebut ingin memperlihatkan dengan jelas bahwa organisasi membuat satu komitmen dengan negara tuan rumah dan bukan hanya membuka sebuah operasi luar negara.
3. Warga dari Negara Ketiga
Karyawan ini adalah seorang warga dari satu negara yang bekerja di negara kedua, dan dipekerjakan oleh sebuah organisasi yang berkantor pusat negara ketiga.
2.3 Pengertian Staffing Policy.
Berkaitan dengan pemilihan karyawan untuk suatu pekerjaan (memilih individu yang memiliki keahlian tertentu) dan sebagai alat untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya perusahaan.
2.4 Jenis-Jenis Staffing Policy.
1. Ethnocentric Approach
Posisi kunci hanya diisi/ditempati oleh mereka yang berkewarganegaraan sama dengan perusahaan induk
Alasan :
1. Kurangnya keahlian di Negara setempat ( host country )
2. Keinginan menjaga corporate culture dan kontrol yang lebih kuat
3. Memindahkan transfer pengetahuan/core competencies kepada mereka di operasi/cabang luar negeri.
Kelemahan :
1. Menutup jalan/membatasi kesempatan bagi mereka yang berkewarganegaraan setempat.
2. Produktivitas dapat menurun, turn over karyawan meningkat.
3. Cultural Myopia : kegagalan perusahaan mengerti budaya setempat, juga pada implementasi marketing dan manajemen.
2. Polycentric Approach
Mensyaratkan memilih warganegara setempat untuk menduduki posisi manager perwakilan, sementara warga negara induk perusahaan duduk di perusahaan induk/headquarters.
Alasan :
1. Mengurangi kesalahpahaman budaya
2. Biaya penempatan lebih murah dari tenaga asing ( hingga 1/3 biaya )
Kelemahannya :
1. Kesempatan terbatas untuk mendapat pengalaman diluar negaranya
2. Kesenjangan antara karyawan dalam negeri dan expat (bahasa, loyalitas, nasionalisme, perbedaan budaya).
3. Sulit berubah : terbentuk kerajaan kecil dalam perusahaan.
3. Regiocentric Approach
Memilih warga negara regional untuk menduduki posisi baik dari negara asal maupun dari negara sewilayah.
Alasan :
1. Lebih mudah menyesuaikan diri dengan budaya setempat.
2. Menghemat biaya.
Kelemahan : Belum tentu ada kecocokan budaya
4. Geocentric Approach
Mencari orang terbaik untuk posisi kunci dalam perusahaan tanpa memandang kewarganegaraan.
Kelebihan :
1. Perusahaan mampu mengoptimalkan sumber daya manusianya.
2. Memupuk kader executive internasional yang dapat bekerja diberbagai negara dengan berbagai budaya.
3. Meningkatkan respon lokal.
4. The best person for the job.
5. Budaya dan norma yang dimiliki lebih kuat dan konsisten.
Kelemahannya :
1. Kompleksitas kebijakan pekerja asing.
2. Mahal : training, relokasi, kompensasi
2.5 Contoh Perusahaan dengan masing-masing Staffing Policy.
1. Pendekatan Ethnocentric Apple Corporation.
Tujuannya adalah untuk menjaga daya saing dengan melakukan standarisasi struktural dan kendali operasional agar kualitas produksi dan kinerja pada unit operasional tetap terjaga sesuai dengan kehendak para direksi sebagai pembuat strategi. Hal ini sekaligus untuk melatih para pegawai lokal dalam merasakan atmosfer bisnis global untuk memahami bagaimana ketatnya kompetisi persaingan global.
2. Pendekatan Polycentric McDonalds.
Tujuannya adalah dimana produk burger bawaan perusahaan induk seharusnya berisi daging sapi, tetapi saat memasuki pasar India varian tersebut dihapus dan diganti dengan daging ayam atau ikan.
3. Pendekatan Regiocentric Amazon.com, Inc
Mengguanakan pengalamannya di Amerika Serikat sementara mengembangkan strategi yang spesifik secara regional dan budaya diluar negeri. Dengan membeli waralaba-waralaba Eropa yang telah memiliki keberhasilan secara regional, E*Trade melakukan strategi luar negeri dimana perusahaan tersebut memasukan unit-unit di Eropa ke struktur korporasi. Strategi ini membutuhkan kombinasi dan penggunaan gaya manajemen yang berbeda serta melibatkan tantangan utama bagi manajemen puncak.
4. Pendekatan Geocentric Walt Disney.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di dalam manajemen SDM Global penerapan system yang digunakan pun berbeda, meskipun perusahaan itu merupakan perusahaan multinasional namun pada dasarnya setiap manajemen pada perusahaan multinasional harus mengikuti standarisasi budaya setiap negara dimana perusahaan tersebut berdiri. Selain itu, kebijakan masing-masing perusahaan berbeda tergantung pada sistem manajemen perusahaan tersebut. Dalam beberapa contoh perusahaan yang disebutkan diatas nyatanya perusahaan multinasional memiliki kebijakan yang berbeda-berbeda yang bisa dilihat dari tujuan perusahaan tersebut.
Daftar Pustaka
http://sabbikhis-dini-nur-fisip15.web.unair.ac.id/artikel_detail-209728-Bisnis%20Internasional-Opportunity%20Analysis,%20Entry%20Mode%20and%20Strategy%20in%20International%20Business.html
Mc.Graw-Hill. 2008. Manajemen Strategis. Jakarta: Salemba Empat.
KOMENTAR
POSTINGAN POPULER
Minggu, 09 Juli 2017
Akhir cerita kita
Inilah akhirnya cerita kita
Cerita yang dulu kita tulis dengan manis pahit rintangan cerita ketika kita masih saling menggenggam jemari
Cerita saat semuanya masih cinta
Saat cinta di hati masih berwarna
Cerita yang dulu indah kini buram tanpa warna
Cinta kita yang ada masih setia menanti
Cinta kita masih setia saling merindu
Karena setiap malam bisa kudengar rindu itu mendoakanmu
Hingga semuanya hilang
Semuanya berubah pada akhirnya
Saat cinta kita melihat kenyataan itu
Kenyataan bahwa aku dan kamu
Tidak mungkin lagi bersatu
Semua tentang kita sirna sudah
Kecuali cinta yang enggan pergi
Tidak mudah ternyata hidup ini
Terlebih menjalani hari tanpa dirimu
Menghabiskan waktu tanpa sosok dirimu di dekatku
Inilah rasa sakit
Rasa sakit yang dulu kutakutkan
Berharap agar aku tak menyentuhnya
Meski akhirnya aku terluka juga
Sangat menyakitkan semua ini
Aku benci itu aku benci diriku
Kenapa setelah selama ini
sejak saat itu hati tetap masih setia menyimpan cinta untuk kekasih orang
Ingin rasanya kuhapus namanya di hatiku
Agar aku tidak merana dan hancur berkeping keping
Agar mataku kering dari airmata
Ternyata melupakanmu sulit juga
Tidak semudah bacotku
Melupakanmu untukku adalah ibarat memanjat langit, Tiada mungkin
Sungguh tidak pernah terpikirkan olehku
Hubungan kita harus berakhir dengan cara seperti ini
Harus berakhir dengan luka tersakiti
Inilah akhirnya kita
Kita bertemu karena takdir
Kita berpisah juga karena takdir
Sungguh tidak ada rasa penyesalan di benakku bertemu denganmu
Terima kasih karena kau telah menulis cerita bersamaku
Sekarang aku bukan kertas putih lagi
Karena di sana ada cerita kita....
Sabtu, 01 Juli 2017
Ketika aku merasa "ada yang berbeda"
Ada yang berbeda ketika kamu tidak lagi mencintaiku. Aku terlalu takut untuk menyapa pagiku, malamku selalu sibuk dengan berdalih untuk tidak memikirkanmu. Seakan menjadi cekam , kala tanpa aku sadari kamu hadir disetiap aku memejamkan mata.
Aku berulang kali mengubah posisi tidurku agar menjegah air mata jatuh membasahi bantal. Jika kamu tahu betapa kelamnya malamku yang harus ku lalui setelah kau melepasku, tanyakan saja pada bantal tidurku.
Ada yang berbeda ketika kamu tak lagi mencintaiku, hariku tak lagi senyum sendiri, dari ku terbangun hingga membuka ponsel tidak ada namamu lagi muncul di situ. Semenjak kamu pergi, aku menjadi pecandu tidur yang tidak suka lelap. Berharap dalam panjangnya aku menutup mata, kamu sesekali mengucapkan kata yang aku impikan yang membuat senyumku mekar setiap hari saat menatap layar ponsel.
Aku bosan dengan pertanyaan mereka yang terus menanyakan tentangmu. Seakan aku tak boleh sedetikpun melupakan tentang dirimu. Aku menjadi benci ketika bepergian sendiri, aku menjadi benci ketika singgah ditempat yang pernah ku datangi denganmu, aku benci menjawab pertanyaan perihal dimana kamu.
Tidak pernah aku ditelan ketakutan yang kubuat sendiri seperti ini. Untuk membuka semua sosial media yang seharusnya mampu menghiburku aaja aku terlalu takut. Aku takut ketika aku merasakan sendiri, dan seketika itu pula ingatanku langsung kembali kepadamu.



KOMENTAR